Senin, 13 Desember 2010

WAJAH-WAJAH YESUS




Foto Yesus Berhadiah Mobil BMW (Menjawab Testimoni Dusta Penginjil Sunda)



By: H. Insan LS. Mokoginta (Wencelclaus)

PENGINJIL urang Sunda
yang menamakan dirinya Kang Maman, dalam ceramah kesaksiannya mengaku
mantan Muslim. Kini ia aktif memberikan ceramah kesaksian di gereja
dengan tema yang sangat provokatif dan kental dengan bumbu dustanya.
Salah satu kesaksiannya dimuat dalam tabloid ‘Zaitun’ menampilkan
kesaksian dengan judul provokatif “Dianiaya dan Dibakar Akibat Menjadi
Kristiani.” (edisi 36 Th II). Rubrik “Kesaksian” di tabloid Kristen ini
menyebutkan, Kang Maman adalah seorang pelawak kondang asal Sunda,
anggota grup lawak terkenal dari Bandung yang dipimpin oleh pelawak
terkenal asal Jawa Barat.

Di tabloid rohani Kristen itu, Kang
Maman mengaku bernama asli Muhammad Shalat. Mengaku pindah iman ke
Kristen bermula ketika melakukan shalat pada malam hari, Kang Maman
mendengar gemuruh angin di ruangan shalat. Saat itu, hadir seorang
berjubah putih dan berselendang merah membara serta membawa sebuah
tongkat. Lelaki itu mengucapkan salam dengan suara menggelegar,
“Syalom, syalom!” 

Lelaki tak dikenal itu terus-menerus menatap
ke arah Kang Maman. Tiba-tiba orang itu berucap, “Anakku, akulah Isa
Almasih, dan Akulah Yesus Kristus. Akulah jalan yang lurus dan akulah
yang terkemuka di dunia dan di akhirat.”

Kang Maman pun
memberanikan diri bertanya, “Kau ini siapa?” Orang itu menjawab sambil
menaruh tangannya di kepala Maman sembari berkata, “Aku menumpangi
kepala kamu. Aku akan memberkati kamu. Ikutilah aku, jalan yang lurus.”
Setelah berucap demikian, orang itu menghilang.

Sejak itu, Kang
Maman tak bisa tidur selama seminggu karena pikirannya dibayang-bayangi
penampakan Yesus. Maka Kang Maman mendatangi sebuah gereja untuk ikut
kebaktian, lalu aktif ke gereja maupun berbagai kebaktian keluarga.

Ketika
ketahuan sudah beragama Kristen, Kang Maman langsung diusir oleh
mertuanya. Bahkan ia dianiaya oleh sekelompok orang hingga giginya
rontok, lalu diseret hingga tangan dan kakinya penuh luka dan lecet.
Setelah itu, tangannya dijepit pakai meja sampai patah. Beberapa bulan
kemudian, Maman dipukuli sampai salah satu kakinya cacat.

Meski
Tabloid Zaitun tidak menyebutkan apa nama grup lawak dan siapa nama
pimpinan grup lawak tersebut, namun identitasnya masih bisa dilacak.
Karena kesaksian yang sama sudah pernah dipublikasikan oleh pihak
Kristen dalam majalah Narwastu, majalah Genta, situs internet
###renungan.com, ###percaya.com, ###indonesiachurch, dll.

Menurut majalah dan situs tersebut,
grup lawak yang dimaksud adalah D’Bodor yang dipimpin oleh Abah Us-Us.
Grup lawak lain yang pernah diikutinya adalah Sangkuriang Bandung.


...Kesaksian penginjil Kang Maman yang penuh kedustaan justru menyesatkan umat Kristen sendiri...


Kesaksian penginjil Kang Maman yang
penuh kedustaan justru menyesatkan umat Kristen sendiri. Menurut Abah
Us-Us, pimpinan D’bodors, grup lawak yang dipimpinnya tidak pernah ada
yang bernama Kang Maman. D’Bodors pernah empat kali berganti personil.
D’Bodors pertama, terdiri dari Teten Ahmad alias Mono (alm.) dan Dori
(alm.). Kemudian D’Bodors kedua, Us-Us melawak bersama Suf Yusuf dan
Rudi Jamil. Lalu yang ketiga, Us-Us melawak bersama Sambas anak
Bandung. Dan terakhir, D’Bodors keempat, Us-Us melawak bersama Kusye
dan Yan Asmin sampai sekarang.

Kelompok lawak Sangkuriang malah
belum dikenal oleh para pelawak senior Sunda. Satu-satunya pelawak
Sunda tersohor yang bernama Kang Maman adalah Kang Ibing, dengan ciri
khas peci melintang ke samping. Pelawak yang terkenal dengan panggilan
si Kabayan ini adalah sosok yang sholeh dan pejuang Islam yang
hari-harinya sibuk dengan jadwal tabligh. Ia juga membina pesantren
Modern Baiturrahman yang memiliki 8 cabang di Bandung, Cilegon,
Pandeglang, Riau, dan Kendari. Nama asli Kang Maman alias Kang Ibing
ini pun bukan Muhammad Shalat, melainkan H. Kusmayatna Kusumadinata.
Grup lawak yang dipimpinnya bukan Sangkuriang, melainkan The Kabayan.

PENAMPAKAN YESUS YANG MANA?

Kesaksian Penginjil Kang Mamam bahwa
dia masuk Kristen karena dia telah dijamah oleh Yesus melalui sebuah
penampakan, patut diragukan. Bila ia mengaku melihat Yesus secara
langsung, jelas sekali bahwa kesaksian seperti itu bohong belaka.
Kenapa? Sebab darimana dia tahu bahwa itu wajah Yesus yang asli
(original)? Wajah bapak kakek-buyutnya saja hampir tidak ada yang 
pernah tahu, apalagi wajah orang yang hidupnya lebih dari 2000 tahun
yang lalu.


...Kesaksian Penginjil Kang Mamam bahwa
dia masuk Kristen karena dia telah dijamah oleh Yesus melalui sebuah
penampakan, patut diragukan, karena pasti bohong belaka. Darimana dia
tahu bahwa itu wajah Yesus yang asli (original)...


Memang, sampai saat ini, hampir dapat
dipastikan ciri khas rumah umat Kristiani terpampang gambar atau
lukisan Yesus dan bunda Maria dengan wajah yang ganteng dan cantik
rupawan serta pakaian yang berwarna-warni. Tentu menjadi pertanyaan:

  1. Apakah wajah Yesus dan ibunya Maria adalah wajah mereka yang asli atau itu hanya hasil rekayasa saja?
  2. Jika wajah mereka itu asli, siapa yang memotretnya?
  3. Kamera, scanner, foto copy dan handycam merek apa yang dipakai saat itu?
  4. Bila sekarang beredar foto Yesus full colour, apakah 2000-an tahun yang lalu sudah ada kamera berwarna?



Jawabannya pasti MUSTAHIL. Tetapi
banyak umat Kristiani begitu khusyuk bila berdoa atau meminta
pertolongan di hadapan gambar atau lukisan Yesus dan Maria. Gambar atau
lukisan di bawah ini adalah Maria dan Yesus menurut versi bangsa-bangsa
di beberapa negara di dunia.

Untuk memperkuat bukti bahwa foto
Yesus yang beredar di seluruh dunia itu tidak ada yang valid, berikut
kami tampilkan bermacam-macam model foto Yesus yang beredar di berbagai
negara di dunia:

::

Ini foto, gambar atau lukisan? Jika foto, berarti ini manusia jaman
sekarang, dipilih yang cantik dan ganteng kemudian dipotret, lalu
dikatakan inilah Maria dan Yesus. Padahal mungkin saja saat ini mereka
berdua masih hidup.

::

Kalau Yesus itu adalah Tuhan, Tuhan mana lagi yang dia panggil? Jika Yesus Tuhan, kok Tuhan mati?

::

Maria dan Yesus bagi suku bangsa ini mungkin adalah yang tercantik dan terganteng

::

Maria dan Yesus menurut versi Guadalupe. Wajah Yesus persis seperti anak wanita.

::

Wajah Maria dan Yesus ini menurut versi bangsa apa ??

::

Maria dan Yesus versi orang Timur Tengah. Bahasa Arab yang tertulis di atas adalah :
Ummu Allah = ibunya Allah. Yasu' (Yasu'a) Almasih =Yesus Almasih.

::

The Good Sheperd adalah julukan kepada Yesus sebagai Pengembala yang baik

::

Yesus Kristus versi orang Bolivia dengan wajah yang sangat berbeda.

::

Mungkin ini wajah Yesus versi orang Indian yang sedang menggendong dua orang anak.

::

Maria dan Yesus menurut suku Apache. Maria sedang menggendong Yesus.

::

Yesus berambut kribo mirip orang Ambon.

::

Lion of Judah adalah salah satu julukan buat Yesus, sebagai singanya orang Yahudi.

::

Yang ini Yesus versi mana lagi?

::


SAYEMBARA FOTO YESUS BERHADIAH MOBIL BMW

Wajah-wajah
Yesus dalam semua gambar tersebut, bisa dipastikan adalah hasil kreasi
dan rekayasa berdasarkan imajinasi seseorang, yang disesuaikan dengan
kultur daerah setempat. 

Yang jadi pertanyaan, dari mana mereka
tahu itu wajah Yesus, padahal mereka belum pernah tahu wajah Yesus yang
asli? Dari mana mereka bisa pastikan itu gambar wajah Yesus, padahal
zaman dulu belum ada kamera, handycam dan mesin foto copy? Semua itu
hanya khayalan sang pelukis maupun pemahat patung. Karena pada masa
Yesus masih hidup, tak ada satu orang pun yang mengabadikan wajah Yesus
dalam bentuk lukisan maupun patung.

Oleh sebab itu, jika ada
yang mengaku pernah dijamah dan ketemu Yesus, perlihatkan gambar-gambar
tadi, dan tanyakan kepadanya, wajah mana yang dilihatnya? Sungguh satu
KEBOHONGAN BESAR jika wajah Yesus yang sesungguhnya, adalah salah satu
dari wajah-wajah tersebut

Kepada Penginjil Kang Maman yang
mengaku pernah ketemu Yesus melalui penampakan nyata, kami menantang
dengan sayembara menarik. Kami sediakan hadiah berupa mobil sedan BMW
bila Kang Maman maupun jemaat Kristen lainnya bisa menunjukkan wajah
Yesus yang sesungguhnya (asli/original) berdasarkan data-data yang
valid dan ilmiah. [taz/voa-islam.com]

t


MISTERI BATU MELAYANG

Bismillahh....   

    Melalui media internet (atau terkadang juga dalam bentuk selebaran cetak, dsb.) tak jarang kita menerima email yang berisi tentang 'Bukti-bukti kebesaran Allah atau Islam' atau 'Mukjizat Allah' atau sekedar link ke sebuah situs/blog yang memuat berita atau penjelasan tentang apa yang dianggap atau diklaim sebagai'ayat-ayat (mukjizat) Allah yang nyata'. Biasanya, yang dapat dilihat dalam berita semacam itu adalah sesuatu yang terlihat mengejutkan: berupa gambar atau kejadian alam yang 'aneh' atau tidak biasa. Misalnya, adanya tulisan atau lafal Allah atau Muhammad atau kalimat / kata yang berhubungan dengan Islam pada benda-benda atau makhluk-makhluk di alam. Tetapi ada juga yang lebih dari itu.

Misteri Batu Melayang, Batu Isra' Mi'raj Nabi Muhammad

Batu Terbang, batu isra' mi'raj, batu melayang, batu gantung, atau batu ajaib yang ternyata palsu dan merupakan hasil manipulasi atau rekayasa gambar
Ada yang menyebutnya sebagai batu terbang atau batu gantung. Ada yang menyebutkan sebagai batu pijakan Nabi Muhammad saat akan mi'raj ke langit. Sang batu ingin ikut terbang ke langit, tetapi dilarang oleh nabi, sehingga berhenti dalam posisi melayang hingga sekarang.
Banyak yang percaya begitu saja gambar dan cerita tersebut. Tetapi tak sedikit juga yang bertanya-tanya. Apakah batu tersebut benar-benar ada? Benarkah itu foto asli?
Setelah beberapa lama mencari-cari kebenaran cerita dan foto tersebut, akhirnya ada kejelasan yang diperoleh dari forum diskusi berbahasa arab. Ternyata foto batu ini sudah tersebar jauh dan juga menimbulkan 'kehebohan' di antara mereka. Jika dalam versi indonesia, embel-embel ceritanya adalah tentang kisah isra' mi'raj di atas, maka dalam forum berbahasa arab itu cerita pengiringnya berbeda. Tidak mengenai isra mi'raj. Di situ diceritakan bahwa batu ini berasal dari wilayah Al Ahsa (bukan Al Aqsa), di bagian timur Arab Saudi, di sebuah desa bernama Al Tuwaitsir. Sang batu, konon ceritanya, tiba-tiba melayang setinggi sekitar 10 cm di suatu hari di bulan April, tanpa sebab yang jelas.
Seorang anggota forum tersebut menanggapi dengan menyatakan bahwa ia hidup di wilayah tersebut dan tidak pernah melihat ada batu yang terbang melayang. Ia pun kemudian memberikan foto-foto batu yang dimaksud. Dan ternyata, memang batu tersebut ada, namun mempunyai penyangga di bawahnya. Foto asli batu tersebut menunjukkan bahwa memang batu tersebut cukup unik. Dan dengan mengambil sudut pemotretan yang tepat, dilanjutkan dengan manipulasi hasil pemotretan dengan photoshop atau program pengolah gambar lainnya, orang dengan mudah menghilangkan penyangga tersebut untuk memberi kesan sebagai batu yang melayang di udara.
Berikut adalah foto-foto batu asli dari berbagai sudut pengambilan gambar:
Foto asli dari batu yang disebut sebagai batu terbang atau batu melayang. Ternyata batu tersebut mempunyai penyangga di bawahnya.Foto asli dari batu yang disebut sebagai batu terbang atau batu melayang. Ternyata batu tersebut mempunyai penyangga di bawahnya.Foto asli dari batu yang disebut sebagai batu terbang atau batu melayang. Ternyata batu tersebut mempunyai penyangga di bawahnya.
Foto asli dari batu yang menjadi pijakan Nabi Muhammad saat ber-Isra' Mi'raj.Bagaimana dengan batu yang merupakan pijakan Nabi saat ber-isra'mi'raj? Di samping ini adalah gambar batu tersebut. Ia berada di Yerusalem, Palestina di wilayah Masjid al Aqsha. Batu inilah yang dilindungi dengan bangunan yang kita kenal sebagai simbol Palestina, yaitu Masjid berkubah Emas, Dome of the Rock, atau Qubah al Shakhra atau masjid Kubah Batu. Apakah batu ini melayang? Wallahua'lam, sepertinya tidak.
Jadi, semoga kita tidak terburu-buru percaya dengan cerita-cerita heboh, ajaib, yang diembel-embeli dengan kisah-kisah islami atau dihubungkan dengan kekuasaan Allah.
Jangankan cuma batu sebesar itu, Allah pun berkuasa untuk mengangkat bukit Thursina ketika mengambil sumpah kepada kaum Yahudi. Tetapi, kalau memang batu tersebut tidak melayang, tidak terbang, dan ternyata merupakan hasil manipulasi foto belaka, apakah kita akan tetap menyebarkan foto-foto tersebut? Apalagi kisah sang batu yang ingin ikut Nabi ke langit tersebut juga tidak jelas sumbernya.
Semoga halaman ini bermanfaat untuk kebenaran.

ISRA MI'RAJ DAN IPTEK


ISRA`MI`RAJ, sebagai sebuah peristiwa metafisika (gaib), barangkali bukan sesuatu yang istimewa. Kebenarannya bukanlah sesuatu yang luarbiasa. Kebenaran metafisika adalah kebenaran naqliyah (: dogmatis) yang tidak harus dibuktikan secara akal, namun lebih bersifat imani. Valid tidaknya kebenaran peristiwa metafisika—secara akal, bukanlah soal selagi ia diimani.
Namun, Isra` Mi`raj bukanlah peristiwa metafisika. Ia adalah peristiwa fisika (: nyata; badaniah) yang dialami dan dijalani Nabi Muhammad saw dengan segenap kesadaran inderawinya, sebagaimana diterangkan dalam Alqur`an surat Al-isra` ayat 1 dan Annajm ayat 13.
Maka, sebagai peristiwa fisika, Isra` Mi`raj adalah sesuatu yang istimewa. Kebenaran Isra` Mi`raj adalah kebenaran yang luarbiasa. Keistimewaan ataupun keluarbiasaan tersebut, tidak lain karena pemberontakannya pada tradisi. Kebenaran Isra` Mi`raj adalah kebenaran inkonvensional.
Maka, wajar kiranya, jika banyak orang pun mempertanyakan (meragukan?) ke-shahih-an Isra` Mi`raj tersebut. Menganggap Isra` Mi`raj sebagai sesuatu yang mengada-ada dan dongeng Nabi belaka.
Toh, Isra` Mi`raj bukanlah cerita rekaan ataupun dongeng Nabi. Isra` Mi`raj adalah sebuah firman Ilahi dan, firman Ilahi tetaplah sebuah kebenaran. Kebenaran hakiki dan mutlak yang tidak dapat diganggu-gugat. Meski ia berseberangan dengan tradisi ilmu pengetahuan. Meski ia bertentangan dengan akal nalar manusia.

Albert Einstein
Maka, bukan suatu kebetulan kiranya, jika kemudian Allah ciptakan seorang manusia bernama Albert Einstein, ilmuwan berbangsa Yahudi (bangsa yang sejak awal `menentang` Islam), yang kelak dengan teorinya, kebenaran Isra` Mi`raj menjadi nyata adanya.
Lahir di Jerman tanggal 14 Maret 1879 dan meninggal di Amerika Serikat tanggal 16 April 1955. Sebagai ilmuwan, Einstein telah menghabiskan lebih dari separuh hidupnya untuk menerobos dan membabat kelebatan dan kepekatan hutan ilmu pengetahuan. Dengan dedikasi dan vitalitasnya yang tinggi, iapun dapat membukakan jalan pencerahan bagi banyak orang. Ia telah menyumbangkan pikiran-pikirannya yang begitu berharga. Menyumbangkan teori-teorinya yang dapat memecahkan banyak teka-teki dan persoalan yang selama ini menyelimuti kehidupan.

Teori Relativitas
Satu dari sekian teorinya, adalah tentang relativitas. Sebuah teori yang mengupas hakikat alam semesta sebagai suatu susunan terpadu di mana segala yang ada di dalamnya, dengan kemajemukan dan keberagamannya, tunduk pada satu hukum universal, dengan kecepatan cahaya sebagai konstanta bandingnya. Sebuah teori yang, kelak melahirkan pula teori (ide) tentang bom atom yang begitu mengerikan itu.
Dalam teorinya itu, Einstein menerangkan bahwa tidak ada sesuatu yang mutlak dalam kehidupan ini. Segala sesuatu relatif dalam gerak dan kedudukannya. Sebuah bola yang bulat, suatu saat akan dapat berubah pipih. Begitu pun penggaris yang panjang, pada saat yang berbeda dapat mengerut, pendek. Sebuah benda yang berbobot ringan di satu saat, dapat menjadi berat atau tidak berbobot sama sekali di saat-saat lainnya. Jarum jam yang bergerak cepat mengukur waktu, ada kalanya menjadi lambat bahkan pada satu titik masa, berhenti sama sekali. Juga jantung yang berdenyut menandai usia, dapat mengalami kelambatan hingga usia pun berjalan lebih lambat dari yang semestinya.

Einstein merumuskan teorinya dalam sebuah persamaan:
 
t’
=
waktu benda yang bergerak
t
=
waktu benda yang diam
v
=
kecepatan benda
c
=
kecepatan cahaya
Diterangkan bahwa perbandingan nilai kecepatan suatu benda dengan kecepatan cahaya, akan berpengaruh pada keadaan benda tersebut. Semakin dekat nilai kecepatan suatu benda (v) dengan kecepatan cahaya (c), semakin besar pula efek yang dialaminya (t`): perlambatan waktu. Hingga ketika kecepatan benda menyamai kecepatan cahaya (v=c), benda itu pun sampai pada satu keadaan nol. Demikian, namun jika kecepatan benda dapat melampaui kecepatan cahaya (v>c), keadaan pun berubah. Efek yang dialami bukan lagi perlambatan waktu, namun sebaliknya.
Pada awalnya, teori Relativitas itu pun mendapat banyak tentangan. Seperti halnya Nabi saat memberitakan Isra` Mi`raj, Einstein saat mengumumkan teori tersebut, banyak dicemooh bahkan dianggap tidak waras karena, sebagaimana juga Isra` Mi`raj, teorinya itu pun telah menentang tradisi yang selama ini dianut dan dielu-elukan. Relativitas telah menolak kemutlakan ukuran bahwa semua benda selalu dalam keadaan tetap, tidak pernah berubah. Sebuah bola akan tetap bulat, sebuah penggaris akan tetap panjang, usia akan tetap berlari menua, bagaimanapun kondisinya.
Namun ketika laboratorium kemudian dapat menemukan gejala yang sama sebagaimana terurai dalam Relativitas, segera teori itu pun memperoleh kedudukannya yang semestinya sebagai sebuah kebenaran.
Studi tentang sinar kosmis, merupakan satu pembuktian.
Didapati bahwa di antara partikel-partikel yang dihasilkan dari persingungan partikel-partikel sinar kosmis yang utama dengan inti-inti atom Nitrogen dan Oksigen di lapisan Atmosfer atas, jauh ribuan meter di atas permukaan bumi, yaitu partikel Mu Meson (Muon), itu dapat mencapai permukaan bumi. Padahal partikel Muon ini mempunyai paruh waktu (half-life) sebesar dua mikro detik yang artinya dalam dua perjuta detik, setengah dari massa Muon tersebut akan meleleh menjadi elektron. Dan dalam jangka waktu dua perjuta detik, satu partikel yang bergerak dengan kecepatan cahaya (± 300.000 km/dt) sekalipun paling-paling hanya dapat mencapai jarak 600 m. padahal jarak ketinggian Atmosfer di mana Muon terbentuk, dari permukaan bumi, adalah 20.000 m yang mana dengan kecepatan cahaya hanya dapat dicapai dalam jangka minimal 66 mikro-detik.
Lalu, bagaimana Muon dapat melewati kemustahilan itu?
Ternyata, selama bergerak dengan kecepatannya yang tinggi—mendekati kecepatan cahaya, partikel Muon mengalami efek sebagaimana diterangkan teori Relativitas, yaitu perlambatan waktu.

Kebenaran Isra` Mi`raj
Demikianlah Relativitas telah dapat membuktikan kebenarannya. Menyingkap kebenaran-kebenaran yang selama ini tersembunyi di balik keruwetan dan arogansi ilmu pengetahuan. Termasuk, kebenaran Isra` Mi`raj.
Sebagaimana diterangkan di depan, ketika sebuah benda bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya, seperti halnya partikel Muon, benda itu akan mengalami efek perlambatan waktu. Seseorang yang meluncur ke angkasa dengan pesawat yang berkecepatan mendekati kecepatan cahaya, maka ia akan mengalami pertambahan usia yang lebih lambat dari yang semestinya di bumi. Ketika kembali ke bumi ia akan mendapati bumi telah begitu tuanya sedang dirinya hanya bertambah beberapa waktu saja. Ia telah terlempar ke masa depan. Namun jika kecepatannya ditambahkan hingga melampaui batas kecepatan cahaya, yang akan dialaminya bukanlah perlambatan waktu, namun sebaliknya. Ketika kembali ke bumi, bukan masa depan yang didapatinya. Namun, ia kembali ke masa lalu. Ia telah menjadi penziarah masa lalu.
Dan, inilah yang telah direfleksikan buraq, hewan sejenis kuda bersayap sebagai kendaraan Nabi saat melakukan perjalanan Isra`. Ketika memulai perjalanan yaitu dari Masjid Alharam (Mekkah), dengan daya kecepatan buraq (v>c), Nabi tidaklah mengarah ke masa depan. Namun kembali ke masa lalu. Dan, melewati masa lalu itulah Nabi memberangkatkan perjalanannya. Hingga, seiring guliran-guliran waktu perjalanan itu, perjalannpun melaju ke titik waktu saat mana beliau baru memulai. Hingga, kesan yang ada pun seolah-olah Nabi melakukan perjalanan Isra` Mi`raj hanyalah sesaat. Padahal, hakikatnya, beliau pun menjalani Isra` Mi`raj, berdasarkan `perhitungan` waktu pribadinya, lazimnya perjalanan-perjalanan sejenis lainnya dengan menghabiskan waktu berjam-jam atau berhari-hari atau bahkan lebih.
Demikianlah, Allah memang senantiasa memfirmankan kebenaran. Dan, firman-firman Allah memang senantiasa benar adanya. Meski terkadang akal & logika kita sangat sulit untuk menjangkaunya.